Ibnu Muqri yang cool

Dulu, cita-cita saya mengaji Raudh Thalib karya Ibnu Muqri (W 837 H) pada Maulana Syekh Izzy Allah Yarhamuh (W 1428 H) pengasuh Rubath Idrisi di Zabid tidak kesampean, saya hanya sempat mengaji pada beliau arba’in nawawi dan aqidatul awam, meski demikian saya selalu menyempatkan ber ziarah ke makam Ibnu Muqri setiap kali berjalan-jalan sore di area pemakaman Zabid.Agak berbeda dengan di Tarim, di Zabid rata-rata makam agak susah dikenal, yang saya hafal lokasinya hanya makam Ibnu Muqri, makam Isma’il Jaburti (W 806 H, guru dari Abdul Karim Al Jili, W 826 H, pengarang Insan Kamil) makam Fairuz Abadi (pengarang Qamus Al Muhith, W 817 H) dan makam Diba’ (penyusun Maulid Diba’, W 944 H). Ibnu Muqri dikenal lewat karyanya Raudh Thalib yang merupakan ringkasan dari Raudhatu Thalibin karya Imam Nawawi (W 676 H) yang juga merupakan ringkasan dari Fathul Aziz karya Imam Rafi’i (W 623 H).

Fathul Aziz adalah syarh dari kitab Wajiz karya Imam Ghazali (W 505 H), konon saking ta’jubnya orang-orang dengan Wajiz sempat ada ucapan لو كان الغزالي نبيا لكان معجزاته الوجيز jika seandainya Ghazali adalah nabi maka Wajiz adalah mu’jizatnya. Wajiz sendiri merupakan ringkasan dari karya Ghazali sebelumnya yang bernama Wasith dan Wasith juga ringkasan dari karya Ghazali bernama Basith yang merupakan ringkasan dari karya Imam Haramain (W 478 H) Nihayatul Mathlab yang merupakan muara rata-rata kitab-kitab syafiiyah abad-abad setelahnya. kelak nantinya Raudh Thalib akan dikomentari oleh Syaikhul Islam Zakariya Anshari (W 926 H) lewat karyanya Asnal Mathalib fi Syarh Raudh Thalib, Raudh juga diringkas oleh Ibnu Hajar Haitami (W 973 H) yang dinamakannya Na’im.

Mata rantai kitab-kitab syafiiyah memang hampir selalu dapak dilacak jejaknya. Ibnu Muqri ulama terkenal di zamannya, dengan agak sedikit ‘lebay’ Imam Syaukani (W 1255 H) mengulas biografi Ibnu Muqri dalam Badru Thali’ إن اليمن لم ينجب مثله Yaman belum pernah melahirkan seseorang dengan kecerdasan semodel Ibnu Muqri, toh meski demikian Ibnu Muqri terkenal pelupa, ia bahkan susah mengingat di sore hari tentang apa yang dilakukannya pada pagi hari, Ibnu Muqri terkenal ahli menyusun dan memilih diksi kata. ia menyusun diwan syair yang bisa dibaca dua arah; kanan ke kiri atau kiri ke kanan dan bermakna bertolak belakang, misalnya طلبوا الذي نالوا فما حُرمـوا **** رُفعتْ فما حُطتْ لهـم رُتبُ (bermakna memuji) sementara jika dibalik رُتب لهم حُطتْ فما رُفعتْ **** حُرموا فما نالوا الـذي طلبُوا (bermakna memaki).

ibnu muqri

Karya Ibnu Muqri yang buat saya cukup unik adalah Unwan Syaraf wafi yang dalam satu kitab memuat 5 disiplin ilmu, fiqih, arudh, tarikh, nahwu dan qowafi, perhatikan baik-baik gambar di bawah ini, jika dibaca horisontal ia hanya akan merupakan kitab fiqih biasa, tapi jika dibaca vertikal ada 4 kolom kecil di situ bermula dari kanan warna hijau dan berakhir di kiri warna kuning, kolom vertikal pertama warna hijau berisi tentang ilmu arudh, kolom vertikal kedua tentang tarikh, kolom vertikal ketiga tentang nahwu dan kolom terakhir kiri berwarna kuning tentang qowafi. SUBHANALLAH

AB Hikam

AB Hikam

pemarah berhati lembut, pelayan santri, sehari-hari dapat ditemui di PP Darusssalam
AB Hikam

Latest posts by AB Hikam (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *