Baliho dan Politik Pencitraan

Dahulu, pengetahuan berkembang melalui tradisi tutur. sya’ir, khotbah, matsal (peribahasa), legenda dan dongeng berkembang melalui tradisi lisan. Banyak hal yang disampaikan melalui media tutur, seperti syair arab misalnya biasa memuat kebanggaan terhadap qabilah (suku), kepahlawanan, marasin (elegi), ghazal (sya’ir romance), pemujaan terhadap anggur (khamriyah) atau pula ungkapan dendam kesumat pada kabilah musuh.

Seringkali pelecehan atau pencemaran nama baik juga menjadi pola syair tertentu, hal semacam ini biasa disebut hija. sebaliknya kadang syair pula menjadi media ajang pencitraan, modus ini biasa disebut madh. ketika kemudian tradisi tutur tergantikan oleh tradisi tulisan, media pencitraan bisa jadi berubah pada penulisan buku-buku tarajim (otobiografi), kini saat tradisi tutur dan menulis sudah memudar, media pencitraan berubah pada pemasangan baliho!

AB Hikam

AB Hikam

pemarah berhati lembut, pelayan santri, sehari-hari dapat ditemui di PP Darusssalam
AB Hikam

Latest posts by AB Hikam (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *