Pro Kontra Maulid

Dulu sempat membaca Bida’ Hauliyah karya Tuwaijiri, dari sekian banyak ‘bid’ah’ yang dibahas oleh penulisnya, nampaknya penulis paling ‘gemes’ dengan Maulid, paling tidak itu yang saya tangkap dari jumlah halamannya, saat membahas ‘bid’ah’ yang lain semisal Tahun Baru Islam atau Isra Mi’raj paling hanya 20-30 halaman tapi saat membahas Maulid ada lebih 70 halaman yang ditulisnya.Dinamika, barangkali memang begitu. sekuat pihak yang pro merayakannya sekuat itu pula pihak yang kontra membid’ahkannya. ini sama dengan ‘event kontroversi’ lainnya, tiba-tiba menjelang hari H nya, akan ada banyak dalil bertebaran baik dari yang me-masyru’-kannya atau mem-bid’ah-kannya. demikian dan setiap tahun berulang selalunya saja begitu.

Dua pihak ‘beribadah’ dan keduanya bersitegang, yang satu sedang mengekspresikan ‘kecintaan pada NabiNya’, yang satunya sedang memerangi ‘Bid’ah’. Di sini perlu lahir makhluk baru yang bernama Inshaf. Inshaf bermakna berlaku adil, Inshaf diadopsi bahasa indonesia menjadi Insyaf yang kurang lebih bermakna sadar.

Tradisi khilaf yang berasal dari dalil-dalil Zhanny mengharuskan kita berbuat Inshaf, Hadits Nabi menyatakan ادرءو الحدود بالشبهات gugurkanlah hukuman Hudud pada kasus yang mengandung unsur keraguan, Kaedah Ushul mengajarkan kita ما تطرق إليه الاحتمال سقط به الاستدلال hal yang mengandung banyak kemungkinan tidak bisa dijadikan dalil, dan yang lebih penting, generasi terdahulu sudah mengajarkan bagaimana etika dan inshaf dalam berkhilaf dalam kaedah fiqhnya إنما ينكر المجمع عليه ولا ينكر المختلف فيه hal-hal yang semestinya diinkari adalah hal yang sudah disepakati para ulama’ atas keharamannya bukan hal-hal yang masih menjadi perdebatan.

Jadi, mari inshaf, yang maulid monggo maulid, yang membid’ahkan tidak usah ganggu yang maulid dan memberikan cap meniru kaum nasrani, termasuk Inshaf pula saya kira tidak menuduh untuk yang tidak bermaulid mereka tidak cinta nabinya, Inshaf pula tidak mengabaikan informasi sejarah dari Muqrizi dan Qalqasyandi tentang perintis perayaan Maulid, Inshaf pula bahwa ada khilaf tentang hari lahir nabi yang nantinya bermuara pada 8 / 10 / 12 Rabi’ul Awal. Untuk rekan-rekan yang membid’ahkan dan selama ini terlalu fokus pada Sadd Zara’ie yuk mari sama-sama kita pelajari Fath Zara’ie.

AB Hikam

AB Hikam

pemarah berhati lembut, pelayan santri, sehari-hari dapat ditemui di PP Darusssalam
AB Hikam

Latest posts by AB Hikam (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *