Ibu

Sampai saat ini, sosok ibu masih jadi misteri buatku, aku bisa bebas berbincang, berdiskusi, berdebat, adu argumentasi dengan ayah dari mulai soal hukum, politik, agama dan lain-lain, tapi lidahku selalu kelu hanya untuk sekedar curhat pada ibu.Wanita satu itu yang rahimnya kutempati selama sembilan bulan memang jarang sekali kami berbincang, tapi tetap saja ia selalu tahu apa yang menjadi kesukaanku, favoritku, kebutuhanku bahkan sekedar mendeteksi apakah uang jajanku cukup atau tidak hanya dengan sedikit alis yang “mencureng”.

Di matanya aku masih menjadi kanak-kanaknya dulu, yang selalu meminta es krim woddy dan chiki taro setiap beliau pulang mengisi majlis ta’lim, yang selalu ngeyel minta ditemani meskipun beliau sedang mengajar sehingga seringkali fokus beliau terbagi dua antara menerangkan isi Safinatun Naja dan memarahi sekaligus melerai perkelahianku dengan adik2ku.

Ibu yang selalu entah berkomat-kamit membaca doa apa setiap aku mencium tangannya setiap datang dari sekolah, pondok atau sepulang shalat jum’at, rapalan doa itu yang meski aku tak mengerti tapi selalu membuat langkahku ringan, ingatan itu kini membuat mataku panas dan berkaca-kaca.

AB Hikam

AB Hikam

pemarah berhati lembut, pelayan santri, sehari-hari dapat ditemui di PP Darusssalam
AB Hikam

Latest posts by AB Hikam (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *